Marathon Sepi Peminat, Pemainnya Kini Kalah dari Destiny 2
Marathon mengalami penurunan pemain di Steam dan kini kalah dari Destiny 2. Bungie siapkan Season 2 demi menjaga komunitas.
Daftar Isi
Marathon kembali menjadi sorotan setelah jumlah pemainnya di Steam terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Game live-service shooter buatan Bungie ini bahkan mulai kalah dari Destiny 2 yang sudah berusia hampir sembilan tahun. Kondisi Marathon, Destiny 2, dan Bungie tersebut memunculkan pertanyaan besar soal masa depan game baru milik Sony Interactive Entertainment tersebut di tengah persaingan genre shooter online yang semakin ketat.
Marathon Mulai Kehilangan Pemain di Steam
Marathon, Bungie, dan Destiny 2 saat ini sedang ramai dibahas komunitas game setelah data terbaru Steam menunjukkan penurunan jumlah pemain yang cukup signifikan. Padahal, Marathon baru saja dirilis tahun ini dan sejak awal diproyeksikan menjadi salah satu game live-service shooter besar berikutnya dari Bungie bersama Sony Interactive Entertainment.

Berdasarkan data terbaru di Steam, Marathon hanya mampu mencatat sekitar 12.560 peak concurrent player dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, jumlah pemain aktif Marathon saat artikel ini ditulis berada di kisaran 5.990 pemain. Angka tersebut dianggap cukup rendah untuk ukuran game online baru, terlebih kondisi itu terjadi pada akhir pekan yang biasanya menjadi waktu paling ramai untuk game multiplayer dan live-service.
Penurunan pemain Marathon ini semakin mencuri perhatian karena game tersebut kini bahkan kalah dari Destiny 2, game lama Bungie yang usianya sudah mendekati satu dekade. Dalam periode yang sama, Destiny 2 berhasil mencatat sekitar 13.146 peak concurrent player dan sekitar 6.597 pemain aktif di Steam. Walaupun selisihnya tidak terlalu jauh, posisi Marathon sebagai game baru tentu membuat situasi ini terlihat lebih mengkhawatirkan dibanding Destiny 2.
Destiny 2 Masih Bertahan Meski Sudah Berumur 9 Tahun
Destiny 2, Marathon, dan Bungie memang berasal dari studio yang sama, tetapi kondisi keduanya saat ini terlihat cukup berbeda. Destiny 2 yang sudah dirilis hampir sembilan tahun lalu ternyata masih mampu mempertahankan komunitas pemain yang stabil, terutama di platform konsol dan PC.

Salah satu faktor yang dianggap membantu Destiny 2 tetap bertahan adalah statusnya sebagai game free-to-play. Pemain bisa mengakses Destiny 2 tanpa harus membeli game dasar terlebih dahulu, sehingga komunitasnya masih terus bertambah dari waktu ke waktu. Sementara itu, Marathon justru dirilis dengan harga sekitar US$40, sesuatu yang dinilai cukup berat untuk sebagian pemain di tengah banyaknya game shooter gratis yang tersedia saat ini.
Selain itu, populasi pemain Marathon disebut lebih banyak berasal dari Steam dibanding platform lain. Situasi tersebut berbeda dengan Destiny 2 yang sejak awal sudah memiliki basis pemain besar di konsol, bahkan sejak masa eksklusivitas sebelum akhirnya hadir ke PC. Faktor komunitas lama inilah yang membuat Destiny 2 masih mampu menjaga angka pemainnya sampai sekarang.
Bungie Masih Berupaya Menyelamatkan Marathon
Marathon, Bungie, dan Sony Interactive Entertainment sebenarnya masih menunjukkan komitmen untuk terus mendukung game tersebut dalam jangka panjang. Meski jumlah pemain mengalami penurunan, Bungie masih mencoba membangun kembali kepercayaan komunitas lewat berbagai pembaruan dan rencana konten baru.
Bungie kabarnya sedang menyiapkan Season 2 untuk Marathon yang dijadwalkan hadir bulan depan. Update tersebut disebut akan membawa sejumlah perubahan penting demi membuat pengalaman bermain menjadi lebih nyaman dan menarik, terutama untuk pemain baru yang belum terlalu familiar dengan gameplay Marathon.
Beberapa perubahan yang dijanjikan Bungie mencakup kehadiran mode PvE, sistem PvP-lite, serta berbagai penyesuaian yang diklaim lebih ramah bagi pemain baru. Kehadiran konten baru ini diharapkan bisa membantu Marathon mempertahankan komunitasnya agar tidak terus mengalami penurunan pemain dalam beberapa bulan ke depan.
Tantangan Berat untuk Game Live-Service Baru
Marathon, Destiny 2, dan Bungie saat ini menjadi contoh bagaimana ketatnya persaingan industri game live-service modern. Walaupun membawa nama besar Bungie sebagai developer di balik Halo dan Destiny, Marathon tetap menghadapi tantangan besar untuk bisa mempertahankan pemain dalam jangka panjang.
Tren penurunan pemain yang terjadi sejak awal rilis membuat banyak gamer mulai mempertanyakan masa depan Marathon di pasar game shooter online. Terlebih lagi, ekspektasi terhadap game ini memang cukup tinggi sejak pertama diumumkan oleh Sony Interactive Entertainment dan Bungie.
Krafton Beri Bonus Rp1 Miliar, Angka Kelahiran Karyawan Naik
Jika kondisi Marathon tidak segera membaik setelah Season 2 dirilis, Bungie kemungkinan harus mengambil langkah yang lebih besar untuk menjaga keberlangsungan game tersebut. Untuk saat ini, seluruh perhatian komunitas masih tertuju pada update berikutnya yang akan menentukan apakah Marathon mampu bangkit atau justru semakin tertinggal dari Destiny 2.
Rekomendasi
Forza Horizon 6 Batasi Kerusakan Landmark Budaya Jepang
1 hour ago
Krafton Beri Bonus Rp1 Miliar, Angka Kelahiran Karyawan Naik
1 hour ago
Farming Simulator 26 Resmi Rilis di Switch dan Mobile, Hadirkan Fitur Baru
3 hours ago
Nikke Raup Rp21 Triliun, Jepang Jadi Mesin Uang Terbesar
3 hours ago
Komentar
0 komentar di artikel ini
Komentar memakai akun Mokultur agar moderasi dan identitas komunitas tetap rapi.