Game
Developer Hypergryph Akui Sulitnya Ikuti Standar Baru Game Gacha Usai Kesuksesan Genshin Impact
Developer Hypergryph Akui Sulitnya Ikuti Standar Baru Game Gacha Usai Kesuksesan Genshin Impact

Seputar Otaku - Sejak meningkatnya standar production value dalam industri game gacha yang dipicu oleh kesuksesan Genshin Impact pada 2020, banyak developer mulai mengadopsi pendekatan serupa dalam mengembangkan game mereka. Tren ini juga diikuti oleh Hypergryph melalui proyek terbarunya, Arknights: Endfield, yang menghadirkan elemen khas game RPG dengan skala produksi tinggi.

Namun, di balik ambisi tersebut, pihak developer mengakui bahwa proses adaptasi terhadap standar baru ini bukanlah hal yang mudah. Pengakuan tersebut disampaikan oleh salah satu lead developer Hypergryph, Ryan, dalam sesi wawancara bersama GamesRadar di ajang Game Developers Conference (GDC).

Dalam wawancara tersebut, Ryan menyoroti perubahan signifikan dalam lanskap industri game gacha, yang kini semakin dipenuhi oleh judul-judul dengan pendekatan open-world RPG dan kualitas produksi tinggi. Menurutnya, kondisi ini turut membentuk ekspektasi pemain yang semakin tinggi, terutama setelah mereka menghabiskan puluhan jam bermain dan mulai memahami kedalaman konten yang ditawarkan.

Arknights Endfield 1

Ia menegaskan bahwa untuk dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif, developer tidak cukup hanya mengandalkan visual memukau, animasi berkualitas tinggi, serta dunia game berskala besar. Sebaliknya, diperlukan inovasi dalam desain gameplay agar mampu memberikan pengalaman yang berbeda dan tidak terasa generik.

Sebagai respons, Hypergryph berupaya menghadirkan berbagai elemen baru dalam Arknights: Endfield, termasuk pendekatan gameplay yang lebih kompleks seperti sistem factory builder. Strategi ini bertujuan untuk memberikan identitas unik sekaligus membedakan game tersebut dari judul gacha lain dengan produksi tinggi.

Arknights Endfield

Meski demikian, pendekatan tersebut juga menuai beragam respons dari komunitas. Sebagian pemain menilai elemen tambahan seperti factory builder terasa kurang menarik dan cenderung melelahkan. Selain itu, game ini juga tidak lepas dari kritik terkait fase early game yang dianggap monoton, sehingga pemain baru baru dapat merasakan pengalaman yang lebih menarik setelah mencapai progres yang cukup jauh, termasuk area seperti Wuling.

Kondisi ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi developer dalam menyeimbangkan inovasi dan ekspektasi pasar, terutama di tengah persaingan ketat industri game gacha modern.