Game
FromSoftware Tolak remake Game Bloodborne Dari Bluepoint
FromSoftware Tolak remake Game Bloodborne Dari Bluepoint

Rencana remake Game Bloodborne oleh Bluepoint kembali menjadi sorotan setelah terungkap bahwa proyek tersebut sempat diajukan namun ditolak oleh FromSoftware. Kabar ini mencuat usai penutupan Bluepoint dan memicu perbincangan di kalangan penggemar Game yang telah lama menantikan versi baru Bloodborne dari Bluepoint dengan dukungan FromSoftware.

Kontroversi Bluepoint, Bloodborne, dan FromSoftware

Penutupan Bluepoint Games oleh PlayStation Studios masih menjadi topik hangat di industri Game, terutama karena kaitannya dengan proyek Bloodborne yang melibatkan FromSoftware. Studio yang dikenal berpengalaman dalam mengerjakan remake Game besar ini resmi ditutup pekan lalu, meninggalkan tanda tanya besar soal masa depan Bloodborne dan hubungannya dengan FromSoftware. Laporan dari Bloomberg melalui jurnalis Jason Schreier mengungkap bahwa Bluepoint sempat mengajukan remake Game Bloodborne, namun tidak mendapatkan persetujuan dari FromSoftware.

 

Bloodborne

 

Proposal Remake Bloodborne yang Tidak Disetujui

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa Bluepoint pernah menawarkan proyek remake Game Bloodborne kepada Sony. Secara bisnis, proyek Game Bloodborne dinilai masuk akal dan Sony dikabarkan tertarik, tetapi keputusan akhir tetap bergantung pada FromSoftware sebagai pencipta Game tersebut. Meski hak cipta Game Bloodborne dimiliki oleh Sony Interactive Entertainment, keterlibatan FromSoftware dianggap krusial sehingga proposal Bluepoint untuk remake Bloodborne tidak mendapatkan lampu hijau.

 

Bloodborne

 

Situasi ini dinilai kompleks karena Game Bloodborne sangat lekat dengan identitas FromSoftware sebagai pengembang aslinya. Sulit membayangkan Bloodborne digarap ulang tanpa arahan langsung dari FromSoftware, terlebih jika menyangkut remake Game berskala besar. Identitas kreatif dan reputasi FromSoftware menjadi faktor penting yang membuat keputusan terhadap Game Bloodborne tidak semata persoalan kepemilikan hak cipta.

Dugaan Peran Hidetaka Miyazaki

Spekulasi mengenai penolakan proyek Game Bloodborne ini juga pernah disinggung oleh mantan petinggi PlayStation, Shuhei Yoshida. Ia menduga bahwa Hidetaka Miyazaki memiliki ikatan emosional kuat terhadap Bloodborne dan ingin jika suatu saat Game tersebut kembali digarap, maka FromSoftware harus memimpinnya secara langsung. Dalam konteks ini, FromSoftware disebut tidak ingin Game Bloodborne disentuh oleh studio lain, termasuk Bluepoint.

Setelah sukses dengan remake Demon’s Souls dan membantu pengembangan God of War Ragnarök, Bluepoint sempat mengerjakan Game live service God of War yang dibatalkan pada awal 2025. Usai pembatalan tersebut, Bluepoint kembali mencoba menawarkan remake Bloodborne, tetapi FromSoftware tetap tidak menyetujui proyek Game tersebut untuk dilanjutkan.

Upaya Proyek Lain dan Akhir Bluepoint

Selain remake Game Bloodborne, Bluepoint juga disebut mencoba mengajukan ide baru di semesta Shadow of the Colossus serta spin-off dari Ghost of Tsushima. Namun, semua proposal Game tersebut kembali ditolak dan tidak mendapat persetujuan dari pihak terkait, termasuk FromSoftware dalam konteks proyek Bloodborne. Situasi semakin jelas ketika God of War Remake Trilogy diumumkan tanpa keterlibatan Bluepoint.

Tak lama setelah berbagai proposal Game, termasuk Bloodborne, tidak disetujui, kabar penutupan Bluepoint pun muncul. Penolakan dari FromSoftware atas remake Bloodborne menjadi salah satu bab penting dalam perjalanan akhir Bluepoint, menandai penutup yang pahit bagi studio Game dengan rekam jejak solid di industri bersama proyek-proyek besar yang pernah mereka tangani.