Seputar Otaku - Kasus kriminal yang melibatkan seorang mantan cosplayer Jepang kembali menjadi sorotan publik. Saki Sato (23), cosplayer yang sebelumnya diberitakan ditangkap karena memotong jari pacarnya, kini resmi menjalani persidangan. Dalam proses hukum tersebut, jaksa mengungkap detail baru yang jauh lebih mengerikan dibanding laporan awal.
Kasus ini tidak hanya mengungkap kekerasan fisik ekstrem, tetapi juga kontrol psikologis mendalam yang dialami korban selama hubungan mereka.
Hubungan Beracun dan Kontrol Psikologis Ekstrem
Menurut keterangan jaksa, tindak kekerasan terjadi sepanjang tahun 2024 dalam hubungan yang dipenuhi manipulasi dan isolasi. Korban, seorang pria yang diidentifikasi sebagai “A”, bersaksi bahwa Sato menyita ponsel dan uang pribadinya, membuatnya sepenuhnya bergantung pada pelaku untuk bertahan hidup.

Kondisi tersebut membuat korban terisolasi dari dunia luar dan berada dalam posisi rentan secara mental maupun fisik.
Insiden Pertama: Penyiksaan di Kamar Mandi
Peristiwa serius pertama terjadi pada September 2024. Berdasarkan kesaksian korban, Sato memerintahkannya untuk telanjang dan masuk ke bak mandi. Di sana, ia diduga menggunakan gunting kecil untuk menekan puting dada korban sambil mengancam agar tidak berteriak demi menghindari perhatian polisi.
Korban dipaksa menyumpal mulutnya dengan handuk sebelum Sato diduga memotong sebagian puting tersebut. Luka hanya dibalut secara darurat, tanpa perawatan medis. Bahkan, menurut kesaksian, bagian tubuh yang terpotong tersebut diberikan kepada anjing pelaku.
Insiden Kedua: Amputasi Jari dengan Kapak
Sekitar satu bulan kemudian, kekerasan meningkat drastis. Setelah pasangan tersebut sempat berpisah, korban diketahui menghubungi sebuah tempat hiburan dewasa. Hal ini memicu kemarahan Sato, yang menuduh korban berselingkuh.
Jaksa menyebut bahwa Sato memaksa korban memotong jari manis kirinya sendiri, dengan alasan agar ia tidak bisa menikah dengan perempuan lain. Ketika korban hanya melukai jarinya secara ringan, Sato diduga membeli kapak secara daring dan mengancam akan melakukannya sendiri.
Dalam kondisi putus asa, korban menelan pil tidur dalam jumlah besar, berharap kehilangan kesadaran. Namun ia terbangun dan mendapati pelaku telah menyiapkan talenan di dapur. Jari korban diikat dan diletakkan di atasnya, sebelum akhirnya dipukul dengan kapak hingga mengalami amputasi sebagian.
Korban menggambarkan rasa sakit tersebut sebagai tak tertahankan dan menyatakan bahwa pelaku menunjukkan ekspresi puas saat menyelesaikan pemotongan.
Fakta Paling Mengguncang di Ruang Sidang
Momen paling mengejutkan terjadi saat jaksa bertanya apa yang dilakukan pelaku setelah amputasi. Korban menyatakan bahwa Sato menggoreng potongan jarinya dan memakannya.
Jaksa yang terkejut sempat bertanya, “Dari dunia mana cerita ini berasal?”, yang dijawab korban dengan dingin, “Dunia yakuza.”
Sisa potongan jari dilaporkan disimpan dalam wadah berisi bahan kimia dan dimasukkan ke dalam freezer. Setiap permintaan korban untuk mendapatkan perawatan medis selalu ditolak. Pelaku bahkan mempertanyakan alasan menyambung kembali sesuatu yang telah ia “usahakan untuk memotongnya”.
Pembelaan dan Proses Hukum Berlanjut
Pihak pembela berupaya menggugurkan kesaksian korban dengan mempertanyakan mengapa ia tidak segera melapor ke polisi dan mengapa sempat mencari cara melukai diri sendiri secara daring. Namun, pengamat persidangan menilai sikap korban yang tenang justru mencerminkan tingkat penyerahan psikologis ekstrem akibat hubungan abusif berkepanjangan.
Hingga saat ini, Saki Sato membantah seluruh tuduhan. Persidangan masih berlangsung, dan jaksa mengindikasikan kemungkinan akan muncul kasus kekerasan lain yang belum terungkap, termasuk momen ketika pihak berwenang akhirnya turun tangan.
Rekomendasi
Anime My Hero Academia: Vigilantes Season 2 Rilis OP & ED Tanpa Kredit
10 jam yang lalu
Anime Journal with Witch Rilis OP dan ED Tanpa Kredit
10 jam yang lalu
Anime THE DARWIN INCIDENT Tampilkan Opening dan Ending Tanpa Kredit
10 jam yang lalu
Anime Champignon Witch Rilis Video Opening & Ending
11 jam yang lalu