Game
Developer Wuthering Waves, Kuro Games Buka Lowongan Kerja Bagi Desainer yang Familiar dengan AI Generated Content
Developer Wuthering Waves, Kuro Games Buka Lowongan Kerja Bagi Desainer yang Familiar dengan AI Generated Content

Seputar Otaku - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kian pesat menandai dimulainya era normalisasi teknologi ini, terlepas dari berbagai kontroversi yang masih menyertainya. Fenomena tersebut kini semakin terasa di industri game, di mana sejumlah pengembang ternama mulai terbuka mengakui pemanfaatan AI dalam proses produksi. Kuro Games menjadi salah satu contoh terbaru yang memicu perbincangan hangat di kalangan komunitas sejak beberapa hari terakhir.

Perhatian publik tertuju pada Kuro Games setelah perusahaan tersebut diketahui membuka lowongan desainer dengan spesialisasi AIGC (AI-Generated Content). Posisi ini disebut akan terlibat langsung dengan tim pengembangan Wuthering Waves, salah satu proyek andalan mereka.

Peran AI sebagai Alat Pendukung Produksi
Berdasarkan deskripsi lowongan yang beredar, posisi desainer AIGC tersebut akan berpartisipasi dalam proses produksi, khususnya dalam perancangan model 3D dan aset 2D. Namun, penggunaan AI dalam konteks ini lebih difokuskan pada penempatan aset sementara (placeholder) guna membantu tim desainer utama memperoleh gambaran visual dan konsep yang lebih jelas pada tahap awal pengembangan.

Dengan pendekatan tersebut, Kuro Games tampaknya tidak bermaksud menggantikan kreativitas seniman manusia sepenuhnya. Sebaliknya, AI dimanfaatkan sebagai alat bantu efisiensi produksi, memungkinkan tim utama untuk mengalokasikan waktu dan energi pada aspek kreatif yang lebih krusial.

Tren Baru di Industri Game
Pendekatan ini sejatinya bukan hal yang sepenuhnya baru. Beberapa studio lain, seperti Larian Studios maupun pengembang Clair Obscur: Expedition 33, sebelumnya juga telah menjelaskan penggunaan AI dalam konteks serupa—bukan sebagai pengganti kreator, melainkan sebagai penunjang proses kerja.

Dengan semakin banyaknya pengembang yang mengadopsi metode ini, bukan tidak mungkin pemanfaatan AI sebagai alat produksi awal akan menjadi standar baru dalam industri game di masa depan, terutama untuk proyek berskala besar yang menuntut efisiensi tinggi.

Kekhawatiran Fans dan Krisis Kepercayaan
Meski demikian, keterlibatan AI dalam proses kreatif tetap menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar. Salah satu isu utama adalah sulitnya mengukur sejauh mana AI digunakan dalam sebuah proyek. Publik pada akhirnya hanya bisa bergantung pada klaim pengembang, tanpa memiliki cara pasti untuk memverifikasi seberapa besar peran AI dibandingkan sentuhan kreatif manusia.

Kondisi ini berpotensi memicu krisis kepercayaan, terutama jika di kemudian hari terungkap bahwa penggunaan AI jauh lebih dominan dari yang diakui. Kekhawatiran akan hilangnya identitas artistik dan nilai orisinalitas pun menjadi isu yang terus membayangi.