Proyek The Last of Us Online menjadi salah satu topik hangat di industri game setelah terungkap bahwa pengembangannya sudah mencapai tahap lanjut. Informasi terbaru menyebutkan bahwa The Last of Us Online hampir siap dirilis sebelum akhirnya dibatalkan. Fakta ini memperkuat posisi The Last of Us Online sebagai salah satu proyek paling disayangkan dalam sejarah industri game modern.
Perkembangan The Last of Us Online yang Hampir Rampung
Pengembangan The Last of Us Online ternyata telah mencapai sekitar 80% sebelum dihentikan. Mantan game director, Vinit Agarwal, mengungkap bahwa The Last of Us Online sudah berada sangat dekat dengan tahap rilis. Bahkan secara internal, The Last of Us Online dinilai memiliki kualitas yang menjanjikan dan siap bersaing di pasar game online.

Awal Pengembangan dan Momentum Industri
Pengembangan The Last of Us Online dimulai sejak 2016 oleh Naughty Dog, jauh sebelum proyek ini mendapatkan perhatian penuh. Setelah rampungnya The Last of Us Part II, fokus terhadap The Last of Us Online semakin meningkat. Selain itu, pandemi COVID-19 turut mendorong pertumbuhan The Last of Us Online karena lonjakan pemain game online yang signifikan.
Strategi Live Service Sony dan Dampaknya
Pada masa tersebut, Sony Interactive Entertainment tengah agresif mengembangkan strategi live service. The Last of Us Online menjadi salah satu proyek unggulan yang diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan jangka panjang. Dukungan besar terhadap The Last of Us Online muncul karena potensi pasar yang sangat menjanjikan di segmen game online.
Perubahan Industri dan Keputusan Sulit
Memasuki tahun 2023, kondisi industri mulai berubah akibat dampak pasca pandemi. Banyak perusahaan melakukan penyesuaian strategi, termasuk terhadap The Last of Us Online. Pada akhirnya, studio harus memilih antara melanjutkan The Last of Us Online atau fokus pada proyek utama yang dipimpin oleh Neil Druckmann.
Pembatalan dan Dampak bagi Pengembang
Keputusan akhirnya jatuh pada proyek utama, sehingga The Last of Us Online harus dibatalkan meskipun hampir selesai. Bagi Vinit Agarwal, pembatalan The Last of Us Online menjadi titik balik dalam kariernya. Ia kemudian memilih keluar dan membangun studio baru dengan fokus pada game multiplayer sinematik yang terinspirasi dari pengalaman serta gaya anime Jepang era 90-an.
Rekomendasi
OBSBOT Hadirkan Tiny 3 dan VOX SE di Indonesia
1 hari yang lalu
Rumor PS6 Handheld Lebih Kencang dari Series S
2 hari yang lalu
Ki-Gou Keikaku, RPG Strategi Baru dari C2Architecture
2 hari yang lalu
Game Hell’s Paradise Umumkan Versi Global PC
2 hari yang lalu