Game
Developer Blue Protocol: Star Resonance Minta Maaf Usai Musik Mirip Granblue Fantasy Ditemukan di Dungeon
Developer Blue Protocol: Star Resonance Minta Maaf Usai Musik Mirip Granblue Fantasy Ditemukan di Dungeon

Seputar Otaku - Game MMORPG Blue Protocol: Star Resonance resmi hadir untuk server Asia Tenggara sejak 18 Desember 2025, membawa berbagai konten serta petualangan baru yang dapat dinikmati para pemain. Kebangkitan kembali proyek Blue Protocol dengan identitas baru ini sempat mendapat sambutan positif dari komunitas.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, komunitas pemain menemukan adanya kemiripan musik pada sejumlah dungeon di dalam game tersebut dengan musik dari Granblue Fantasy, game populer milik Cygames. Temuan ini kemudian menjadi perbincangan luas dan menuai berbagai respons dari pemain.

Berdasarkan laporan komunitas, musik yang terdengar mirip tersebut ditemukan pada beberapa dungeon dalam game, termasuk “Goblin’s Nest” dan “Prison Without Light”. Musik yang dimaksud disebut memiliki kemiripan dengan lagu berjudul Dahli Island dari Granblue Fantasy, termasuk versi aransemen yang juga digunakan dalam Granblue Fantasy: Relink. Diketahui pula bahwa musik tersebut sudah ada sejak versi awal perilisan game di Jepang pada 9 Oktober 2025.

Temuan ini memicu reaksi negatif dari sebagian pemain yang mempertanyakan orisinalitas aset audio dalam game. Menanggapi hal tersebut, pihak pengembang, Shanghai Bokura Technology, akhirnya memberikan pernyataan resmi.

Dalam pernyataannya, Shanghai Bokura Technology menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pemain atas insiden tersebut. Setelah melakukan peninjauan internal terhadap konten audio di dungeon terkait, pihak developer mengakui adanya kelalaian dalam proses pengembangan.

Mereka menjelaskan bahwa musik yang digunakan seharusnya merupakan aset audio yang belum memiliki lisensi resmi dan seharusnya telah diganti sebelum perilisan. Namun, akibat kelalaian dalam proses pengecekan, aset tersebut tetap masuk ke dalam versi final game.

Sebagai tindak lanjut, pihak developer menyatakan telah melakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh aset audio dalam game guna memastikan tidak ada pelanggaran serupa. Mereka juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan proses kontrol kualitas agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Insiden ini menjadi sorotan penting bagi industri game, khususnya terkait pengelolaan aset kreatif dan kepatuhan terhadap lisensi dalam proses pengembangan.