Manga
Skandal Baru Guncang Shogakukan: Penulis Act-Age Tatsuya Matsuki Ternyata Sempat Bekerja di Manga ONE
Skandal Baru Guncang Shogakukan: Penulis Act-Age Tatsuya Matsuki Ternyata Sempat Bekerja di Manga ONE

Seputar Otaku - Kontroversi kembali menghantam penerbit besar Jepang, Shogakukan. Setelah sebelumnya terseret kasus serius terkait penulis dengan nama samaran Shoichi Yamamoto, kini terungkap bahwa platform Manga ONE juga pernah mempekerjakan Tatsuya Matsuki, penulis yang dihukum pada 2020 atas kasus pelecehan terhadap siswi SMA.

Matsuki sebelumnya dikenal sebagai penulis manga act-age, yang dibatalkan secara mendadak setelah kasus hukumnya mencuat. Ilustratornya, Shiro Usazaki, turut terdampak akibat pembatalan tersebut.

Menurut pengakuan terbaru, pada Agustus 2024 seorang editor Manga ONE menghubungi Matsuki dan memberinya kesempatan menulis ulang di bawah nama samaran “Itsuki Yatsunami”. Ia kemudian menulis manga Seisō no Shinri-shi yang diilustrasikan Kaoru Yukihira. Shogakukan berdalih penggunaan nama samaran dilakukan demi “melindungi korban agar tidak kembali terluka dengan melihat nama asli pelaku.” Namun alasan ini justru menuai kritik tajam dari komunitas.

Terungkapnya fakta bahwa dua individu dengan riwayat kasus serius pernah berkarya di platform yang sama memicu gelombang boikot besar. Beberapa karya populer dilaporkan menghilang dari katalog Manga ONE, termasuk Frieren: Beyond Journey's End. Selain itu, karya legendaris dari Rumiko Takahashi seperti Maison Ikkoku dan Ranma 1/2 juga disebut tidak lagi tersedia.

Dampak reputasi yang ditimbulkan begitu besar hingga Shogakukan menunda tanpa batas waktu penyelenggaraan Penghargaan Manga Shogakukan ke-71.

Kini, pertanyaan besar menggantung: mampukah Shogakukan memulihkan kepercayaan publik, atau justru Manga ONE akan menjadi korban terbesar dari krisis ini?