Industri video game global terus berkembang dengan skala produksi yang semakin masif, terutama pada game berlabel AAA. Namun, di tengah tren tersebut, muncul pandangan kritis dari mantan Director Assassin’s Creed yang menilai bahwa pengembangan game justru lebih efektif jika dilakukan oleh tim yang lebih kecil. Pandangan ini membuka diskusi penting mengenai efisiensi, produktivitas, dan arah masa depan industri game modern.
Pandangan Director Assassin’s Creed Soal Ukuran Tim
Assassin’s Creed merupakan salah satu waralaba terbesar milik Ubisoft yang telah berjalan hampir dua dekade dengan skala pengembangan yang sangat besar. Dalam sebuah wawancara dengan GamesIndustry.Biz, mantan Director Assassin’s Creed, Alexandre Amancio, membagikan pengalamannya selama bekerja di Ubisoft sebelum kini berkarier di FunPlus. Dalam pembahasannya, Director Assassin’s Creed tersebut menyoroti bagaimana ukuran tim pengembangan game AAA saat ini telah berkembang terlalu besar dan menimbulkan tantangan tersendiri.

Alexandre Amancio menjelaskan bahwa menambah jumlah anggota tim secara terus-menerus bukanlah solusi ideal untuk meningkatkan kualitas atau kecepatan pengembangan. Ia menilai bahwa setelah tim melewati ambang tertentu, khususnya ketika melibatkan lebih dari seratus orang, dinamika kerja akan berubah drastis. Director Assassin’s Creed tersebut menyebut bahwa struktur organisasi mulai didominasi oleh lapisan manajemen yang kompleks.
“Ada teori yang mengatakan bahwa setiap kali manusia menciptakan sesuatu yang melebihi seratus orang, hal itu sepenuhnya mengubah dinamika di dalamnya.”
— Alexandre Amancio
Menurut Director Assassin’s Creed tersebut, kondisi ini memicu lonjakan rasio manajemen dibandingkan pekerja kreatif. Akibatnya, proses koordinasi menjadi berlapis dan tidak efisien karena dibutuhkan orang untuk mengoordinasikan orang lain yang juga melakukan koordinasi.
Masa Depan Industri Game Menurut Director Assassin’s Creed
Lebih lanjut, Alexandre Amancio mengkritisi kesalahan umum yang kerap terjadi di banyak studio AAA, yaitu anggapan bahwa setiap permasalahan pengembangan dapat diselesaikan dengan menambah sumber daya manusia. Menurut Director Assassin’s Creed, menambah orang ke dalam tim yang sudah berjalan efektif justru berpotensi menurunkan produktivitas dan menciptakan gangguan baru.
“Menambah orang ke dalam suatu masalah justru menghambat produktivitas orang-orang yang sudah bekerja secara efisien di dalamnya.”
— Alexandre Amancio
Ia menegaskan bahwa tim yang terlalu besar akan lebih sulit berkomunikasi dan mengambil keputusan dengan cepat. Menurut Director Assassin’s Creed, tantangan koordinasi inilah yang membuat produktivitas menurun dan proses kreatif terhambat.
Oleh karena itu, Director Assassin’s Creed tersebut berpendapat bahwa masa depan pengembangan video game berada pada tim yang lebih kecil, terfokus, dan solid. Pendapat ini sejalan dengan pandangan Masahiro Sakurai yang sebelumnya juga membahas sisi negatif tim pengembangan berskala besar.

Kesuksesan game-game yang dikembangkan oleh tim kecil seperti Clair Obscur: Expedition 33, Hollow Knight: Silksong, dan Balatro menjadi bukti bahwa kualitas tinggi tidak selalu bergantung pada jumlah personel. Menurut Director Assassin’s Creed, fenomena ini dapat menjadi refleksi penting bagi studio AAA dalam menentukan strategi pengembangan ke depan.
Rekomendasi
Nonton Anime Fate Strange Fake Episode 9 Sub Indo, Preview dan Jadwal Rilis
2 jam yang lalu
2026 PMPL ID Spring: Daftar Tim, Format, Prize Pool, Jadwal, dan Cara Nonton
3 jam yang lalu
Jadwal MPL ID S17 Rilis, Berikut Detailnya!
1 hari yang lalu
Nonton Anime Sentenced to Be a Hero Episode 8 Sub Indo, Preview dan Jadwal Rilis
1 hari yang lalu