Anime
Ufotable dan Aniplex Tolak Penggunaan AI dalam Proses Pembuatan Anime Mereka
Ufotable dan Aniplex Tolak Penggunaan AI dalam Proses Pembuatan Anime Mereka

Seputar Otaku - Perwakilan Ufotable dan Aniplex menegaskan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) dalam proses produksi anime yang mereka kerjakan di masa mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan dalam ajang Astra Film Awards yang digelar Sabtu lalu.

Pernyataan ini disampaikan setelah tim Demon Slayer menerima penghargaan kehormatan “Animation is Cinema” untuk film Demon Slayer: Infinity Castle. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan studio menyatakan bahwa meskipun AI berpotensi mengembangkan industri animasi, peran animator, penulis skenario, dan pengisi suara tetap tidak tergantikan dalam menghadirkan emosi yang tulus kepada penonton.

kimetsu

Menurut pihak studio, hubungan emosional yang dibangun melalui karya animasi sangat bergantung pada sentuhan manusia, terutama dalam animasi gambar tangan yang menjadi ciri khas Demon Slayer. Oleh karena itu, mereka memilih untuk mempertahankan metode produksi konvensional.

Keputusan tersebut juga diperkuat oleh pencapaian komersial seri terbaru. Bagian pertama dari trilogi film Infinity Castle dilaporkan telah meraih pendapatan box office global lebih dari 800 juta dolar AS sepanjang 2025. Capaian ini dinilai menunjukkan bahwa pendekatan produksi tradisional masih memiliki daya tarik kuat di pasar global.

Di tengah tren industri yang mulai mengeksplorasi AI untuk efisiensi biaya dan waktu produksi, Ufotable dan Aniplex menegaskan komitmen mereka untuk menjaga identitas visual dan kualitas animasi Demon Slayer tanpa melibatkan teknologi AI.