Istilah Microslop mendadak ramai dibicarakan di internet setelah pernyataan CEO Microsoft mengenai teknologi AI perusahaannya menuai reaksi beragam. Alih-alih meredam kritik, respons CEO Microsoft tersebut justru memicu efek berantai yang membuat sebutan Microslop semakin dikenal luas oleh netizen global.
Respon CEO Microsoft Picu Popularitas Istilah Microslop
Teknologi AI yang dikembangkan Microsoft, termasuk implementasi Copilot di sistem operasi Windows, belakangan ini gencar dipromosikan oleh perusahaan. Namun, kehadiran fitur tersebut justru menuai respons negatif dari sejumlah pengguna. Banyak netizen mengaitkan kebijakan ini dengan isu privasi, sehingga istilah Microslop, CEO Microsoft, dan Microslop kembali muncul sebagai bentuk kritik terhadap kualitas dan dampak teknologi AI Microsoft.

Polemik semakin memanas setelah CEO Microsoft, Satya Nadella, secara terbuka menyatakan ketidaksukaannya terhadap penggunaan istilah “Microslop” yang dinilai merendahkan inovasi AI Microsoft. Pernyataan CEO Microsoft tersebut dimaksudkan untuk meluruskan persepsi publik, tetapi justru membuat istilah Microslop semakin sering digunakan di berbagai platform media sosial.
Kritik Netizen terhadap AI Microsoft dan Isu Privasi
Banyak netizen secara terang-terangan menyampaikan bahwa mereka tidak membutuhkan teknologi AI Microsoft, khususnya Copilot di Windows. Dalam berbagai komentar, pengguna menyebut kekhawatiran terkait potensi pemantauan aktivitas pengguna oleh AI. Hal ini membuat istilah Microslop, CEO Microsoft, dan Microslop kembali dipakai sebagai simbol ketidakpuasan terhadap kebijakan perusahaan.

Penolakan ini tidak hanya sebatas kritik teknis, tetapi juga mencerminkan ketidakpercayaan terhadap transparansi pengelolaan data. Bagi sebagian netizen, sikap CEO Microsoft dinilai kurang meyakinkan dalam menjawab kekhawatiran publik, sehingga istilah Microslop semakin menguat sebagai bentuk sindiran.
Streisand Effect dan Peran Media Sosial
Salah satu komentar yang ramai dibicarakan datang dari akun X (Twitter) bernama @MrEwanMorrison. Ia menyebut bahwa pernyataan CEO Microsoft justru menjadi “senjata makan tuan”. Menurutnya, banyak orang yang sebelumnya tidak mengenal istilah Microslop akhirnya mengetahui dan menggunakannya setelah pernyataan tersebut mencuat ke publik.

Fenomena ini dianggap sebagai contoh nyata “Streisand Effect”, di mana upaya menekan penggunaan istilah tertentu justru memperluas penyebarannya. Permintaan CEO Microsoft agar AI Microsoft tidak disebut “slop” malah membuat Microslop dikenal jutaan orang dan menjadi viral di internet.
Komentar Netizen Lain Kian Menguatkan Istilah Microslop
Selain komentar tersebut, berbagai netizen lain turut menyuarakan pendapat serupa. Di platform media sosial, istilah Microslop semakin sering digunakan untuk menyebut teknologi AI Microsoft. Kritik yang muncul umumnya menyoroti ketidaksesuaian antara visi CEO Microsoft dan kebutuhan nyata para pengguna, sehingga Microslop terus menjadi simbol protes digital.
Rekomendasi
Sentenced to Be a Hero Menjadi ANime dengan Rating Tertinggi Musim Ini Meski Baru 1 Episode
24 menit yang lalu
HoYoverse Naikkan Spesifikasi Minimum Honkai: Star Rail di PC dan Mobile
29 menit yang lalu
Doraemon Resmi Tak Lagi Tayang di RCTI Mulai 2026, Akhiri Penayangan Setelah Lebih dari 3 Dekade
34 menit yang lalu
Awal Sempurna 3 Eks Coach Indonesia di Wildcard M7
3 jam yang lalu