Mangaka Dewasa Jepang Manno Beli Ferrari, Pendapatan dari Manga Jadi Sorotan Publik
“Saya sudah lama bermimpi memiliki Ferrari. Akhirnya sekarang terwujud. Saya benar-benar bahagia,” tulis Manno, sembari memperlihatkan mobil sport tersebut di garasi pribadinya.
Seputar Otaku - Industri kreatif Jepang kembali menjadi perbincangan setelah Manno, seniman manga dewasa (hentai) ternama, mengejutkan publik dengan pengakuannya telah membeli sebuah mobil Ferrari menggunakan pendapatan dari karya manganya. Pengumuman tersebut ia sampaikan langsung melalui akun media sosial pribadinya dan dengan cepat menjadi viral di Jepang.
“Saya sudah lama bermimpi memiliki Ferrari. Akhirnya sekarang terwujud. Saya benar-benar bahagia,” tulis Manno, sembari memperlihatkan mobil sport tersebut di garasi pribadinya.

Pendapatan Fantastis dari Manga Dewasa Orisinal
Manno dikenal sebagai kreator serial manga dewasa Iribitari Gal ni Manko Tsukawasete Morau Hanashi, yang hingga saat ini telah dirilis sebanyak enam volume, termasuk edisi tambahan. Serial tersebut dikenal luas di platform digital Jepang dan telah membangun basis pembaca yang sangat besar.
Keberhasilannya membeli mobil mewah kembali memicu rasa penasaran publik terhadap angka penjualan karyanya. Berdasarkan data yang beredar, penjualan digital seri ini tergolong luar biasa:
- Volume 1: sekitar 376.445 kopi
- Volume 2: sekitar 250.396 kopi
- Volume 3: sekitar 183.459 kopi
Jika dikalkulasikan, sebagian warganet memperkirakan total pendapatan Manno dapat mencapai ratusan juta yen, bahkan setelah dipotong pajak.
Dari Doujinshi ke Adaptasi Media
Menariknya, karya Manno juga telah berkembang melampaui ranah manga digital. Serial ini diketahui telah mendapatkan adaptasi ke format anime dewasa dan "film" live-action Jepang, sebuah pencapaian yang jarang diraih oleh karya orisinal dari ranah doujin.
Keberhasilan tersebut menjadikan Manno sebagai salah satu contoh nyata bahwa karya orisinal di industri manga dewasa tetap memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, selama mampu menemukan pasar yang tepat.
Reaksi Publik: Antara Kagum dan Iri
Unggahan Manno memicu beragam reaksi di media sosial dan forum Jepang. Sebagian netizen mengapresiasi pencapaiannya sebagai hasil kerja keras dan kemampuan artistik, sementara lainnya menunjukkan sikap skeptis atau bahkan iri.
Beberapa komentar yang muncul antara lain:
- Keberhasilannya dianggap bukti bahwa karya orisinal masih sangat dihargai.
- Ada pula yang menilai gaya ceritanya sederhana, tetapi justru itulah yang membuatnya laris.
- Tidak sedikit yang membandingkannya dengan kreator lain yang karyanya dibajak tanpa kompensasi.
Terlepas dari pro dan kontra, satu hal yang jelas: kesuksesan finansial Manno menjadi fenomena yang jarang terjadi dan kembali membuka diskusi tentang potensi ekonomi, tantangan, serta ketimpangan di industri manga dewasa Jepang.
Rekomendasi
HoYoverse Naikkan Spesifikasi Minimum Honkai: Star Rail di PC dan Mobile
3 menit yang lalu
Doraemon Resmi Tak Lagi Tayang di RCTI Mulai 2026, Akhiri Penayangan Setelah Lebih dari 3 Dekade
8 menit yang lalu
Awal Sempurna 3 Eks Coach Indonesia di Wildcard M7
3 jam yang lalu
Ekspansi Game The Sims 4 Royalty and Legacy Dirumorkan Bocor ke Publik
3 jam yang lalu