Game
Faker Jadi Atlet Esports Pertama Peraih Blue Dragon Medal Korea Selatan
Faker Jadi Atlet Esports Pertama Peraih Blue Dragon Medal Korea Selatan

Seputar Otaku - Esports kembali mencatatkan sejarah baru. Lee Sang-hyeok, yang lebih dikenal dengan nama Faker, resmi menjadi pemain esports pertama yang menerima Blue Dragon Medal, penghargaan atlet tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Korea Selatan kepada individu dengan prestasi luar biasa sekaligus kontribusi besar terhadap reputasi nasional.

Penghargaan prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung dalam acara perayaan Tahun Baru 2026 yang digelar di Cheong Wa Dae, Jumat (2/1/2026).

Sejajar Son Heung-min dan Kim Yu-na, Faker Ukir Tonggak Sejarah
Blue Dragon Medal bukanlah penghargaan biasa. Sepanjang sejarahnya, medali ini hanya dianugerahkan kepada ikon olahraga nasional Korea Selatan, di antaranya:

  • Son Heung-min (sepak bola)
  • Kim Yu-na (figure skating)
  • Park Chan-ho (bisbol)

Masuknya Faker ke dalam daftar elite tersebut menegaskan bahwa esports kini diakui setara dengan olahraga tradisional di tingkat nasional. Pengakuan ini menjadi simbol perubahan besar dalam cara negara memandang atlet digital dan kontribusinya terhadap citra global.

Faker: “Tanpa Rekan Setim, Saya Tak Akan Sampai di Sini”

faker

Dalam pidato penerimaannya, Faker menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan kariernya selama lebih dari satu dekade.

“Saya sangat terhormat menerima medali ini. Saya tidak akan bisa mencapai semua ini tanpa rekan-rekan setim yang telah berjuang bersama saya,” ujar Faker.
Pernyataan tersebut kembali menegaskan citra Faker sebagai sosok rendah hati, meskipun telah lama berada di puncak dunia esports global.

Karier Legendaris yang Mengubah Wajah League of Legends
Faker memulai debut profesionalnya bersama T1 pada usia 17 tahun di tahun 2013. Sejak saat itu, namanya menjadi simbol dominasi dan konsistensi di kancah League of Legends.

Sepanjang kariernya, Faker telah mencatatkan berbagai pencapaian monumental, antara lain:

  • 10 gelar juara domestik Korea (LCK)
  • 6 gelar juara World Championship League of Legends (terakhir diraih pada November 2025)
  • Status sebagai ikon global League of Legends

Tak heran jika Faker kerap dijuluki sebagai GOAT (Greatest of All Time) dalam sejarah kompetitif LoL.

Ikon Esports Global dengan Disiplin Tinggi
Di luar prestasi kompetitif, Faker dikenal memiliki disiplin tinggi dan gaya hidup profesional, menjadikannya panutan bagi generasi pemain muda. Popularitasnya pun melampaui dunia game, menjadikannya figur yang banyak dilirik sebagai brand ambassador dan ikon komersial global.

Penghargaan Blue Dragon Medal ini menjadi bukti bahwa kontribusi Faker tidak hanya berdampak pada esports, tetapi juga pada reputasi Korea Selatan di mata dunia.

Esports Resmi Menjadi Bagian Sejarah Olahraga Nasional
Penganugerahan Blue Dragon Medal kepada Faker menandai titik balik penting bagi industri esports. Untuk pertama kalinya, atlet esports diakui secara resmi sebagai bagian dari sejarah prestasi olahraga nasional Korea Selatan.

Dengan pencapaian ini, Faker tidak hanya mengukuhkan dirinya sebagai legenda League of Legends, tetapi juga sebagai ikon sejarah esports dunia yang membuka jalan bagi generasi atlet digital berikutnya.